Sabadesa.id – Jumat – Sabtu, 4-5 Mei 2018 Pelaksanaan pelatihan BUM Desa yang difasilitasi oleh BKAD Kecamatan Parungkuda  melibatkan 3 orang peserta dari 8 desa (24 Orang). Pelatihan yang bertempat di Pondok Maos – Cicurug ini mengundang narasumber dari beberapa unsur, Nafi (Sekmat Parungkuda), Ati (Dirut Bum Desa Terus Jaya Sehati Desa Sukajaya), Yossy (Konsultan Kemendesa PDTT) dan Dicki (Tenaga Ahli Penatausahaan BUM Desa).

Pada sesi pertama dimulai oleh Ati (Dirut Bum Desa TJS) menceritakan perjalanan BUM Desa TJS dari mulai tahap perintisan sampai dengan sekarang terus mengalami peningkatan. BUM Desa yang dulu dimulai pada tahun 2015 dengan Unit simpan pinjam ini dalam 3 tahun terakhir kini menjelma menjadi BUM Desa percontohan di Kabupaten Sukabumi. BUM Desa yang memiliki slogan “Ti urang Ku Urang Keur Urang” di singkat TIKUKUR ini tidak lepas dari peran aktif Deden Gunaefi (Kepala Desa Sukajaya). BUMDesa TJS kini telah memiliki banyak unit usaha, mulai dari unit usaha simpan pinjam, Desa Mart, Kebun Nanas, Kuliner, BNI laku pandai dan unit usaha lainnya.

Pelatihan dilanjutkan dengan pemaparan dari Nafi (Sekmat Parungkuda) yang memaparkan pentingnya BUMDesa dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Ia juga menegaskan bahwa usaha yang dijalankan BUMDesa harus menopang usaha wargan desanya. Pelatihan kemudian dilanjutkan oleh Tenaga ahli penatausahaan BUMDesa (Dicki) yang selama kurang lebih 4 (empat) jam memandu para peserta pelatihan dengan materi penatausahaan BUMDesa. Pada sesi ini peserta diajak untuk praktik aplikasi penatausahaan BUMDesa. Materi ini bertujuan untuk memberikan keterampilan para pengurus BUMDesa dalam mengelola anggaran sehingga dapat dikelola dengan prinsip transparan dan akuntabel.

Pada sesi terakhir materi, pelatihan difasilitasi oleh Yossy Suparyo, Kepala Ruang Kendali Inovasi Direktorat Jendral Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Desa PDTT. Dia menyarankan para pengurus BUM Desa harus mampu menerjemahkan kewenangan-kewenangan desa dalam pengembangan usaha.

Sebagian besar kisah kesuksesan BUM Desa disebabkan mereka mampu mengelola sumber daya alam (SDA) di wilayahnya menjadi bisnis kreatif. Sebut saja Desa Ponggok di Klaten sukses karena menguasai mata air. Selain itu, ketepatan memilih personil untuk mengelola BUM Desa juga menentukan kesuksesan BUMDesa.